Hari ini berselang satu hari sejak perayaan idul fitri 1429 H. Tidak seperti perayaan pada hari raya sebelumnya, ada banyak perbedaan pada perayaan hari ini. Ditinjau dari beberapa faktor tentunya. Yang pertama jelas kalo dibandingin dengan perayaan pada hari sebelumnya, koq keknya sedikit sekali orang yang pada mudik ke kampungku. Yang paling kentara pas awak keliling kampung buat acara sungkeman (kata orang jawa), jalanan di kampungku serasa sangat sepi (gak pantes lah kalo hari itu hari raya) padahal jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya setiap kami berjalan pasti selang beberapa detik langkah kami harus terhenti karena bertemu dengan rombongan lainnya.

Yang kedua adalah situasi dalam keluarga, sebenarnya ini juga imbas dari faktor yang pertama tadi. karena tidak semua sanak saudara pulang ke kampung, ya suasana yang ada tidak sehangat tahun tahun yang sebelumnya. Hanya tanteku satu orang dari jakarta, 1 keponakanku dan 1 omku yang pulang (di keluarga kakeknya si ayah). Lebih parah lagi pas aku pergi ke keluarga nenek dari si ibu, wah gak ketemu sama sekali dengan saudaraku yang pada bermukim di jakarta. Selain di ruang lingkup keluarga, temen temanku juga gak berbeda jauh. Mungkin karena sudah 5 tahun masing masing merantau di daerah orang membuat mereka sudah enggan untuk pulang kampung (setidaknya sampai mereka jadi orang kaya, itu kan pendapat orang orang tua jaman dahulu). Gak ada reuni sama sekali untuk lebaran tahun ini keknya, parah banget sampai saat ini baru satu orang yang aku temui…., padahal sayang sekali kan kalo momen seperti idul fitri ini dilalui begitu saja tanpa adanya pertemuan untuk saling berbagi cerita perjalanan hidup dengan teman teman lama. Well masih ada 2 hari tersisa bagiku di kampung halaman, dan kalo begini keadaanya akulah yang bersikap proaktif untuk mengunjungi mereka dan kalo bisa menyusun agenda untuk reunian , yang jelas sebelum hari sabtu, coz mungkin hari itu awak harus pulang lagi ke bandung …….

Tapi paling tidak dengan dilaksanakannya hari raya ini pada satu hari (at least tidak ada perpecahan pendapat antara 2 ormas islam yang sudah besar itu ..) paling tidak membuat hal tersebut tidak semakin menjurang. Coba bayangkan kalo sudah seperti ini keadaanya hari pelaksanaan idul fitri berbeda pula, wah tidak bisa membayangkan deh.